Rahasia agar Anak Bersemangat Belajar di Rumah

Setiap orang tua tentu menginginkan kegiatan belajar yang efektif bagi anak-anaknya, tidak hanya di sekolah, tapi juga di rumah. Orangtua berharap agar anak-anaknya dapat bersemangat mengerjakan PR, belajar untuk ujian, membaca materi pelajaran, dan sebagainya. Banyak faktor yang menentukan efektivitas kegiatan belajar, seperti motivasi anak, gaya belajar, metode pengajaran, lingkungan sosial maupun fisik. Dari faktor-faktor yang ada, penulis akan membahas secara khusus mengenai faktor lingkungan fisik, seperti kualitas tempat atau ruang belajar di rumah, di mana faktor tersebut memberi pengaruh yang besar terhadap proses belajar anak. 

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa lingkungan fisik berpengaruh pada motivasi dan perilaku anak saat belajar. Mengapa demikian? karena motivasi dan perilaku seorang anak dapat dipengaruhi oleh interaksi antara kebutuhan dirinya dengan lingkungan sekitar. Sebagai contoh, setiap anak memiliki kebutuhan akan pengalaman belajar yang menyenangkan dan rasa aman. Bila ruang atau tempat belajar gaduh dan tidak tertata rapi dapat menyebabkan kebutuhan anak tidak terpenuhi dengan baik. Pengalaman belajar menjadi kurang menyenangkan, minimnya minat, dan rasa aman anak untuk belajar, serta adanya kegaduhan yang membuat anak sulit berkonsentrasi. Selain itu, ruang yang tidak tertata membuat anak sulit menemukan perlengkapan yang dibutuhkan untuk belajar. Ia menghabiskan waktu untuk mencari-cari perlengkapan belajar. Waktu dan energi anak pun telah terkuras sebagian. Akhirnya, anak berpotensi memunculkan perilaku tidur-tiduran sejenak, menunda waktu belajar dengan alasan “capek”, bahkan motivasinya untuk belajar pun berkurang karena tidak adanya ruang dan tempat yang nyaman, aman, dan efektif baginya untuk belajar. Oleh karena itu, orang tua perlu menciptakan tempat atau ruang belajar yang efektif sehingga anak semakin bersemangat belajar.

Apa saja manfaat yang anak peroleh ketika orang tua dapat menciptakan tempat atau ruang belajar yang efektif?

  1. Suasana belajar yang menyenangkan, kondusif, dan nyaman. Hal ini dikarenakan ruangan atau tempat belajar yang teratur, perlengkapan yang mudah dijangkau, serta minimnya suara bising. 
  2. Kegiatan belajar menjadi inspiratif dan menarik. Hal ini dapat terjadi karena adanya dekorasi-dekorasi ruangan yang dapat menumbuhkan kreativitas berpikir. Misalnya dekorasi yang memuat nilai pendidikan, kutipan ayat Alkitab, atau kutipan inspiratif dari tokoh-tokoh dunia.
  3. Meningkatnya minat dan motivasi, sehingga anak merasa senang, bersemangat, dan menikmati kegiatan belajar. 
  4. Meningkatnya konsentrasi dan pemahaman dalam belajar.
  5. Menumbuhkan rasa tanggung jawab. Saat ruangan ditata, orang tua dapat melibatkan anaknya untuk ikut menjaga ruangan agar tetap bersih, rapi, dan terorganisir. Anak diberikan tanggung jawab untuk meletakkan barang sesuai pada tempatnya, mendekorasi ruang atau tempat pribadinya, serta tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas atau belajar. 
  6. Prestasi atau hasil belajar menjadi lebih optimal.

Lalu, bagaimana caranya agar orang tua dapat menciptakan tempat atau ruang belajar yang efektif? Berikut terdapat beberapa tips yang dapat dilakukan oleh orang tua:

  • Mengatur posisi meja belajar
    Orang tua sebaiknya tidak menyamakan meja rias, meja makan, meja ruang tamu, meja kerja orang tua, bahkan tempat tidur sebagai meja belajar anak. Orang tua dapat memfasilitasi anak dengan meja belajar pribadi. Posisi meja belajar baiknya diletakkan di tempat yang agak jauh dari tempat yang bising ataupun tempat yang sering dilewati oleh anggota keluarga lainnya (namun orang tua dapat tetap memantau kegiatan belajar anak walaupun dari jarak yang cukup jauh). Apabila kegiatan belajar anak masih perlu dibimbing oleh orang tua, siapkan kursi yang diletakkan dekat meja belajar anak sehingga orang tua dapat mengontrol, mengamati, dan berdiskusi dengan anak. Selain itu, orang tua juga perlu mengatur dan meminimalisir benda-benda di sekitar meja belajar yang tidak berhubungan dengan kegiatan belajar anak. Hindari TV di dekat meja belajar anak. Benda yang tidak berhubungan dengan kegiatan belajar akan mendistraksi proses belajar dan mengurangi keleluasaan pada anak.
  • Mengatur perlengkapan belajar
    Lingkungan yang teratur, terpelihara, dan rapi akan lebih disenangi dibandingkan lingkungan yang tidak terpelihara dan rapi. Orang tua dapat memanfaatkan wadah plastik, kardus atau box, lemari, maupun laci untuk menyimpan perlengkapan belajar. Orang tua dan anak dapat bersama-sama memilah dan menata perlengkapan apa saja yang diletakkan di box, lemari, atau laci. Orang tua dan anak juga dapat memberikan stiker label di setiap box atau lemari guna mengingat perlengkapan apa saja yang disimpan di dalamnya. Bersikap konsisten untuk selalu menyimpan perlengkapan belajar tertentu di satu tempat yang telah ditetapkan. Misalnya konsisten menyimpan alat tulis di laci, peralatan prakarya di wadah plastik, buku tulis di lemari, atau worksheet di binder. Penting juga untuk memerhatikan aspek aksesibilitas. Letakkan perlengkapan belajar anak tidak jauh dari meja belajar, sehingga anak mudah menjangkau alat dan sumber pembelajaran. 
  • Mendekorasi tempat atau ruang belajar
    Dekorasi tempat belajar dapat menggambarkan identitas pemilik tempat atau ruangan tersebut. Saat anak merasakan tempat atau ruang belajar menggambarkan pribadinya, motivasi dan minat belajar pun meningkat. Dekorasi tempat belajar dapat meliputi adanya time table, papan tulis atau majalah dinding kecil, hiasan dinding yang memuat nilai pendidikan, pigura foto, gambar, atau kata-kata motivasi. Atribut-atribut tersebut dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif, serta minat belajar. Sebaiknya dekorasi yang telah dibuat dapat dipasang ditempat yang mudah diamati dan dibaca oleh anak. Orang tua dapat mengajak anak untuk menggantung hasil prakaryanya, poster yang pernah dibuat, rumus-rumus matematika atau fisika, time table yang telah dibuat, maupun foto-foto kebersamaan dengan teman, guru atau orang tua. 
  • Penerangan dan suhu ruangan
    Orang tua juga perlu memerhatikan penerangan tempat atau ruang belajar anak. Perhatikanlah apakah saat belajar anak membelakangi cahaya. Sebaiknya orang tua mempersiapkan lampu belajar atau stand lamp yang dapat diletakkan di atas atau samping meja belajar anak. Perlu diperhatikan juga apakah cahaya dari lampu terlalu terang atau redup. Cahaya yang redup berpotensi membuat mata anak lelah, rusak, serta cepat mengantuk. Begitu pula cahaya yang terlalu terang membuat mata anak lelah dan rusak. Atur agar cahaya lampu cukup terang dan terfokus, sehingga anak tetap dapat mempertahankan konsentrasi saat belajar. Selain itu, suhu ruangan juga sama pentingnya untuk diperhatikan. Glen I. Earthman dalam penelitiannya  menemukan bahwa temperatur merupakan salah satu aspek yang memainkan peran penting dalam prestasi anak. Temperatur dapat memengaruhi tingkat konsentrasi dan suasana hati anak. Oleh karena itu, hendaknya orangtua dapat mengatur suhu tempat atau ruang belajar anak agar tidak terlalu panas ataupun dingin.

Penting untuk diingat agar orang tua tetap bersikap konsisten, dan melibatkan anak dalam menata tempat atau ruang belajar. Selain itu, pastikan bahwa setiap pengaturan aman dan sehat bagi anak. Selamat menciptakan lingkungan belajar yang efektif bagi anak Anda!

 

Elly Thomas, M.Psi., Psi.
IPEKA Counseling Center

 

Sumber Referensi:
http://www.vit.vic.edu.au/SiteCollectionDocuments/PDF/1137_The-Effect-of-the-Physical-Learning-Environment-on-Teaching-and-Learning.pdf

Artikel Lainnya

Pemimpin Anakku

Seorang bapak ingin mengajak anaknya menghadiri sebuah pertunjukan musik. Ketika di pintu masuk, seorang petugas…

Selengkapnya
Murid Sekolah Kristen IPEKA lulus Seleksi SNMPTN 2021

Puji Tuhan selamat untuk 17 murid Sekolah Kristen IPEKA yang lulus seleksi SNMPTN 2021. Berikut…

Selengkapnya
Significant Purpose

Pada sebuah perjamuan makan, diletakkan beberapa peralatan makan ada sendok, garpu dan pisau di atas…

Selengkapnya
Membangun Generasi yang Berkarakter dan Berprestasi

Saat ini orang semakin menyukai hal yang instan. Berbagai bentuk makanan instan dan jasa layanan…

Selengkapnya