{"id":28629,"date":"2021-01-20T10:33:20","date_gmt":"2021-01-20T02:33:20","guid":{"rendered":"https:\/\/ipeka.org\/id\/?p=28629"},"modified":"2021-06-29T10:34:05","modified_gmt":"2021-06-29T02:34:05","slug":"mengapa-anak-saya-malas-belajar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/","title":{"rendered":"Mengapa Anak Saya Malas Belajar?"},"content":{"rendered":"<div id=\"pl-28629\"  class=\"panel-layout\" ><div id=\"pg-28629-0\"  class=\"panel-grid panel-no-style\" ><div id=\"pgc-28629-0-0\"  class=\"panel-grid-cell\" ><div id=\"panel-28629-0-0-0\" class=\"so-panel widget widget_sow-editor panel-first-child panel-last-child\" data-index=\"0\" ><div\n\t\t\t\n\t\t\tclass=\"so-widget-sow-editor so-widget-sow-editor-base\"\n\t\t\t\n\t\t>\n<div class=\"siteorigin-widget-tinymce textwidget\">\n\t<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cHaduuhhh, anak saya malas banget belajar! Gak ada niat belajarnya. Kalau belajar, harus disuruh-suruh dan ditunggui,\u201d ungkap orangtua yang saya temui di dalam ruang konseling.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Melalui pernyataan tersebut, ada kesan bahwa beberapa anak memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar; beberapa anak lainnya tidak memiliki atau kurang motivasi belajar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun, apakah motivasi belajar adalah sesuatu yang dapat dicari, diperoleh, lalu ditambahkan ke dalam diri seorang anak sehingga seolah-olah takaran motivasi belajar seseorang menjadi banyak atau tinggi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Apabila kita mau menelusuri, sebenarnya sejak kecil anak-anak sudah memiliki motivasi untuk belajar. Misalnya saja, ketika mereka berusia dua tahun dan mulai bermain menjatuhkan bola ke bawah, ini bisa merupakan proses belajarnya anak tentang gravitasi bumi. Anak tidak hanya menjatuhkan bola, tapi juga berbagai jenis benda pun ia coba jatuhkan untuk menguji keabsahan teori gravitasi, yaitu benda apa pun yang dijatuhkan akan turun, ke bawah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contoh lainnya, ketika anak berusia empat tahun dan mulai bereksplorasi dengan pensil warna atau krayon. Ia berusaha mencoret-coret untuk meniru gambar atau pola sederhana yang terdapat di dalam buku cerita. Ia mulai menggambar buah apel dengan membuat lingkaran sederhana, lalu mewarnainya dengan warna merah. Hal ini juga termasuk dalam proses belajar yang didasari oleh motivasi dari dalam dirinya sendiri (motivasi intrinsik).&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Demikian pula ketika perbendaharaan kosakata anak mulai bertambah, rasa ingin tahunya soal hal-hal di sekitarnya pun berkembang, lebih luas. Ia tiada henti-henti bertanya mengapa roda berbentuk bulat, ke mana arah perginya matahari ketika malam datang, bagaimana cara pohon dapat berbuah, dan lainnya. Ini pun merupakan wujud motivasinya untuk mencari informasi dan belajar (menguasai) sesuatu.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan demikian, sejak awal setiap anak sudah memiliki motivasi untuk belajar, mengetahui sesuatu, dan menguasai keterampilan tertentu. Itulah motivasi intrinsik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lalu, apa yang membuat motivasi intrinsik ini perlahan-lahan seolah menyusut? Terdapat tiga faktor yang membuat motivasi belajar intrinsik anak menurun, yaitu: respons dari lingkungan sosial, tantangan yang dihadapi oleh anak, dan ganjaran yang ia terima.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Faktor pertama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">berkaitan dengan respons-respons dari orang dewasa di sekitar yang kurang mendukung anak ketika sedang mengajukan pertanyaan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Jawaban-jawaban seperti, \u201cAh, kamu banyak nanya, ya,\u201d \u201cBerisik banget sih, dari tadi bertanya gak ada habisnya,\u201d acap kali membuat anak mengurungkan niat untuk bertanya dan menahan kebutuhannya yang kuat untuk mengetahui berbagai hal yang ada di sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu,<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">adakalanya anak-anak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">bertanya<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dengan cara mengeksplorasi sekelilingnya dengan cara menyentuh dan mengujinya secara langsung. Ia tak banyak berucap, hanya gerakan lincah nan gesitnya yang merambah seluruh sudut ruang untuk mengamati secara mendalam. Saat berhadapan dengan anak tipe ini, berikanlah kesempatan kepada mereka untuk mengeksplorasi sekelilingnya dengan menyentuhnya. Sikap ini dapat memengaruhi semangat dan motivasi anak untuk memenuhi keingintahuannya secara mandiri. Namun, orangtua tetap harus menjauhkan semua benda berbahaya ataupun rapuh (mudah pecah) dari jangkauan mereka.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Faktor kedua <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">berkaitan dengan tantangan dan tuntutan yang semakin sulit dihadapi oleh anak<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Ketika pelajaran terasa semakin sulit, ditambah pula dengan bimbingan yang kurang, anak berpotensi menghadapi kegagalan-kegagalan di dalam proses penguasaan materi atau keterampilan yang sedang ia pelajari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika anak mengalami kegagalan yang berulang-ulang dengan kurangnya alternatif solusi dari orang dewasa di sekitarnya, hal ini cenderung membuat anak frustrasi dan akhirnya menyerah. Tanggapan negatif (kurang menyenangkan) terhadap kegagalan anak akan membuat anak malah semakin frustrasi. Pada akhirnya, anak pun menjadi tidak termotivasi dalam mencoba dan berusaha untuk menghadapi tantangan dari proses penguasaan materi atau keterampilan tertentu. Bahkan, anak pun cenderung menyerah sebelum mencoba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan demikian, ada baiknya kita berempati terhadap kesulitan dan proses yang tidak mudah bagi anak-anak ketika mereka sedang belajar. Materi yang sedang mereka pelajari terkadang terlihat sederhana dan mudah bagi orang dewasa. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Namun, bukankah dulu kita pun pernah mengalaminya, yaitu menghadapi proses untuk menguasai materi ataupun keterampilan tersebut<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">? Di samping berempati, orangtua juga dapat menyemangati dan mendorong anak untuk mencari, mencoba alternatif solusi lainnya dalam menghadapi tantangan dalam pelajaran.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Faktor ketiga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">berkaitan dengan aspek ganjaran yang anak terima setelah ia melewati proses belajar<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Ganjaran di sini dapat berupa ganjaran yang bersifat menyenangkan (hadiah) ataupun kurang menyenangkan (hukuman).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat seorang anak belajar demi menghindari hukuman ataupun demi mendapatkan hadiah, maka motivasi belajar yang ia miliki adalah motivasi yang bersifat ekstrinsik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Motivasi ekstrinsik ini mengondisikan persepsi anak dalam menyelesaikan tugas bukan berdasarkan keinginannya secara pribadi, melainkan karena faktor eksternal (ganjaran) yang ia peroleh. Anak pun tak lagi fokus terhadap proses, usaha, dan daya juangnya di dalam memahami materi atau menguasai keterampilan tertentu, melainkan terhadap hadiah yang dijanjikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Motivasi ekstrinsik dan sistem ganjaran ini tidaklah selalu merupakan atau selamanya hal buruk. Ganjaran (hadiah) dapat saja menjadi pembangkit semangat untuk anak-anak yang memang tidak berminat terhadap bidang-bidang tertentu. Misalnya saja, ketika orangtua hendak mendorong anak untuk termotivasi dengan bidang olahraga yang kurang disukai anak, orangtua dapat mengajaknya bersepeda atau jalan pagi dan menjanjikan akan membuatkan camilan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">snaks<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">)<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">yang anak sukai setelah kegiatan olahraga tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun selanjutnya, ganjaran sebaiknya ditujukan pada pemaparan atau penjelasan soal kemajuan kompetensi (penguasaan materi atau keterampilan) yang sudah dicapai oleh anak melalui proses daya juangnya menghadapi tantangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan pemaparan kemajuan kompetensi tersebut, perasaan kompeten (kemampuan) anak pun semakin menguat sehingga ia pun lebih percaya diri dan mampu bertahan saat menghadapi kesulitan ataupun tantangan dalam belajar di kemudian hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ganjaran yang positif juga berpusat pada afirmasi terhadap kegigihan anak untuk mendisiplin dirinya sendiri dalam menuntaskan tugas. Ganjaran positif lainnya adalah pujian dan penghargaan yang realistis terhadap usaha anak dalam menghadapi proses belajar.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Marilah kita menjaga dan memelihara motivasi belajar anak sejak ia masih kanak-kanak. Tunjukkanlah sikap yang positif dan mendukung ketika anak banyak bertanya dan mengeksplorasi sekelilingnya. Orangtua juga perlu berempati dan memberikan dorongan semangat supaya anak berani menghadapi tantangan dan mencoba mengatasi permasalahannya. Perkaya anak dengan berbagai pujian, apresiasi, dan kalimat afirmasi yang mengacu pada ketangguhannya ketika berproses atau berjuang dalam menghadapi tantangan. Berikanlah ganjaran positif, yaitu yang mengacu pada penjelasan tentang kemajuan anak di dalam mencapai kompetensi (pemahaman materi atau penguasaan keterampilan).&nbsp;<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sumber referensi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Santrock, J. W. (2002). Perkembangan anak (edisi kesebelas, jilid dua). Alih Bahasa: Mila Rachmawati, S. Psi &amp; Anna Kuswanti. Jakarta: Erlangga<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><a href=\"http:\/\/psychology.about.com\/od\/motivation\/f\/difference-between-extrinsic-and-intrinsic-motivation.htm\"><span style=\"font-weight: 400\">http:\/\/psychology.about.com\/od\/motivation\/f\/difference-between-extrinsic-and-intrinsic-motivation.htm<\/span><\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u2014Diana, M.Psi.<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">IPEKA Counseling Center<\/span><\/p>\n<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cHaduuhhh, anak saya malas banget belajar! Gak ada niat belajarnya. Kalau belajar, harus disuruh-suruh dan ditunggui,\u201d ungkap orangtua yang saya temui di dalam ruang konseling.&nbsp; Melalui pernyataan tersebut, ada kesan bahwa beberapa anak memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar; beberapa anak lainnya tidak memiliki atau kurang motivasi belajar. Namun, apakah motivasi belajar adalah sesuatu yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":28628,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-28629","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.9 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengapa Anak Saya Malas Belajar? - ID - Sekolah Kristen IPEKA<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengapa Anak Saya Malas Belajar? - ID - Sekolah Kristen IPEKA\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u201cHaduuhhh, anak saya malas banget belajar! Gak ada niat belajarnya. Kalau belajar, harus disuruh-suruh dan ditunggui,\u201d ungkap orangtua yang saya temui di dalam ruang konseling.&nbsp; Melalui pernyataan tersebut, ada kesan bahwa beberapa anak memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar; beberapa anak lainnya tidak memiliki atau kurang motivasi belajar. Namun, apakah motivasi belajar adalah sesuatu yang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ID - Sekolah Kristen IPEKA\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/SEKOLAHKRISTENIPEKA\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-01-20T02:33:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-06-29T02:34:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-content\/themes\/ipeka-themes\/template-modules\/module-blog-archive\/assets\/no-thumbnail.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"480\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"320\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"cecilia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"cecilia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/\"},\"author\":{\"name\":\"cecilia\",\"@id\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/#\/schema\/person\/65ad8d8e3e1c51c00655730495c84a83\"},\"headline\":\"Mengapa Anak Saya Malas Belajar?\",\"datePublished\":\"2021-01-20T02:33:20+00:00\",\"dateModified\":\"2021-06-29T02:34:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/\"},\"wordCount\":1001,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/06\/bored-child-studying-with-dad_25787003.jpg\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/\",\"url\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/\",\"name\":\"Mengapa Anak Saya Malas Belajar? - ID - Sekolah Kristen IPEKA\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/06\/bored-child-studying-with-dad_25787003.jpg\",\"datePublished\":\"2021-01-20T02:33:20+00:00\",\"dateModified\":\"2021-06-29T02:34:05+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/06\/bored-child-studying-with-dad_25787003.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/06\/bored-child-studying-with-dad_25787003.jpg\",\"width\":480,\"height\":320},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengapa Anak Saya Malas Belajar?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/\",\"name\":\"ID - Sekolah Kristen IPEKA\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/#organization\",\"name\":\"Sekolah Kristen IPEKA\",\"url\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/12\/logo-berwarna-sekolah-kristen-ipeka.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/12\/logo-berwarna-sekolah-kristen-ipeka.svg\",\"width\":200,\"height\":133,\"caption\":\"Sekolah Kristen IPEKA\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/SEKOLAHKRISTENIPEKA\/\",\"https:\/\/instagram.com\/sekolahkristenipeka\",\"https:\/\/www.youtube.com\/user\/SekolahIPEKA\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/#\/schema\/person\/65ad8d8e3e1c51c00655730495c84a83\",\"name\":\"cecilia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/41b626119f75e0b510f9965b5e51d2e74f9baf378bb5876a4dec8c481b3f6fc9?s=96&d=blank&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/41b626119f75e0b510f9965b5e51d2e74f9baf378bb5876a4dec8c481b3f6fc9?s=96&d=blank&r=g\",\"caption\":\"cecilia\"},\"url\":\"https:\/\/ipeka.org\/id\/author\/cecilia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengapa Anak Saya Malas Belajar? - ID - Sekolah Kristen IPEKA","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengapa Anak Saya Malas Belajar? - ID - Sekolah Kristen IPEKA","og_description":"\u201cHaduuhhh, anak saya malas banget belajar! Gak ada niat belajarnya. Kalau belajar, harus disuruh-suruh dan ditunggui,\u201d ungkap orangtua yang saya temui di dalam ruang konseling.&nbsp; Melalui pernyataan tersebut, ada kesan bahwa beberapa anak memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar; beberapa anak lainnya tidak memiliki atau kurang motivasi belajar. Namun, apakah motivasi belajar adalah sesuatu yang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/","og_site_name":"ID - Sekolah Kristen IPEKA","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/SEKOLAHKRISTENIPEKA\/","article_published_time":"2021-01-20T02:33:20+00:00","article_modified_time":"2021-06-29T02:34:05+00:00","og_image":[{"width":480,"height":320,"url":"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-content\/themes\/ipeka-themes\/template-modules\/module-blog-archive\/assets\/no-thumbnail.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"cecilia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"cecilia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/"},"author":{"name":"cecilia","@id":"https:\/\/ipeka.org\/id\/#\/schema\/person\/65ad8d8e3e1c51c00655730495c84a83"},"headline":"Mengapa Anak Saya Malas Belajar?","datePublished":"2021-01-20T02:33:20+00:00","dateModified":"2021-06-29T02:34:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/"},"wordCount":1001,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ipeka.org\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/06\/bored-child-studying-with-dad_25787003.jpg","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/","url":"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/","name":"Mengapa Anak Saya Malas Belajar? - ID - Sekolah Kristen IPEKA","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ipeka.org\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/06\/bored-child-studying-with-dad_25787003.jpg","datePublished":"2021-01-20T02:33:20+00:00","dateModified":"2021-06-29T02:34:05+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/#primaryimage","url":"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/06\/bored-child-studying-with-dad_25787003.jpg","contentUrl":"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/06\/bored-child-studying-with-dad_25787003.jpg","width":480,"height":320},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ipeka.org\/id\/mengapa-anak-saya-malas-belajar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ipeka.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengapa Anak Saya Malas Belajar?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ipeka.org\/id\/#website","url":"https:\/\/ipeka.org\/id\/","name":"ID - Sekolah Kristen IPEKA","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/ipeka.org\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ipeka.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ipeka.org\/id\/#organization","name":"Sekolah Kristen IPEKA","url":"https:\/\/ipeka.org\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ipeka.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/12\/logo-berwarna-sekolah-kristen-ipeka.svg","contentUrl":"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/12\/logo-berwarna-sekolah-kristen-ipeka.svg","width":200,"height":133,"caption":"Sekolah Kristen IPEKA"},"image":{"@id":"https:\/\/ipeka.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/SEKOLAHKRISTENIPEKA\/","https:\/\/instagram.com\/sekolahkristenipeka","https:\/\/www.youtube.com\/user\/SekolahIPEKA"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ipeka.org\/id\/#\/schema\/person\/65ad8d8e3e1c51c00655730495c84a83","name":"cecilia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ipeka.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/41b626119f75e0b510f9965b5e51d2e74f9baf378bb5876a4dec8c481b3f6fc9?s=96&d=blank&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/41b626119f75e0b510f9965b5e51d2e74f9baf378bb5876a4dec8c481b3f6fc9?s=96&d=blank&r=g","caption":"cecilia"},"url":"https:\/\/ipeka.org\/id\/author\/cecilia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28629","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28629"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28629\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28628"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28629"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28629"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ipeka.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28629"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}