Kenalilah Temperamen Anda

sekolah-kristen-terbaik-ipeka-kenalilah-tempramen-anda

Pernahkah Anda mendengar istilah “temperamen” Lalu, apa perbedaan temperamen, karakter, dan kepribadian? Tim LaHaye dalam sebuah bukunya menjelaskan bahwa temperamen adalah kombinasi pembawaan yang kita miliki sejak lahir. Sedangkan karakter, disebut sebagai temperamen yang telah dibudayakan dan kepribadian adalah “wajah” yang diperlihatkan kepada orang lain dalam interaksi sosial sehari-hari.

Dalam dunia psikologi, ada banyak sekali teori-teori tentang temperamen dan kepribadian. Namun, yang paling populer dalam masyarakat adalah teori empat temperamen. Teori ini membagi temperamen menjadi empat, yaitu sanguinis, koleris, sanguinis, dan plegmatis. Masing-masing temperamen memiliki kelebihan dan kelemahan yang membentuk kepribadiannya.

Pada awalnya, teori ini diciptakan oleh Hippocrates. Ia membagi manusia menjadi empat golongan, berdasarkan cairan dominan yang ada di dalam tubuh, yaitu chole (empedu kuning), melanchole (empedu hitam), phlegma (lendir), dan sanguinis (darah).Dalam perkembangannya, ditemukan bahwa individu dapat saja memiliki kombinasi dari dua atau tiga temperamen dasar ini.

Sebelum kita membahas kelebihan dan kelemahan setiap temperamen, di bawah ini, terdapat kuesioner yang dapat anda isi, guna menemukan temperamen anda.

Lingkarilah salah satu dari 4 pernyataan (A, B, C, D) yang ada pada setiap nomor, sesuai dengan diri anda sehari-hari.

1.

A. Suka pamer (show off).
B. Suka memerintah, mendominasi.
C. Menghindari perhatian akibat rasa malu yang dimiliki.
D. Memperlihatkan sedikit emosi/mimik.

2.
A. Kurang teratur dalam hampir semua bidang kehidupannya.
B. Merasa sulit mengenali masalah dan perasaan orang lain.
C. Sulit memaafkan dan sulit melupakan sakit hati yang pernah dilakukan.
D. Cenderung tidak bergairah, sering merasa pesimis.

3.
A. Suka menceritakan suatu kisah berulang kali tanpa sadar bahwa cerita tersebut pernah diceritakan sebelumnya, selalu perlu sesuatu untuk dikatakan.
B. Berjuang, melawan untuk menerima cara lain yang tidak sesuai dengan cara yang diinginkan.
C. Sering memendam rasa tidak senang akibat merasa tersinggung oleh sesuatu.
D. Tidak bersedia ikut terlibat terutama bila rumit.

4.
A. Punya ingatan kurang kuat, biasanya berkaitan dengan kurang disiplin dan tidak mau repot-repot mencatat hal-hal yang tidak menyenangkan.
B. Langsung, blak-blakan, tidak sungkan mengatakan apa yang dipikirkan.
C. Bersikeras tentang persoalan sepele, minta perhatian besar pada persoalan yang tidak penting.
D. Sering merasa sangat khawatir, sedih, dan gelisah.

5.
A. Lebih banyak bicara daripada mendengarkan, bila sudah bicara sulit berhenti.
B. Sulit bertahan untuk menghadapi kekesalan.
C. Kurang percaya diri.
D. Sulit dalam membuat keputusan.

6.
A. Bisa bergairah sesaat dan sedih pada saat berikutnya. Bersedia membantu kemudian menghilang. Berjanji akan datang tapi kemudian lupa.
B. Merasa sulit memperlihatkan kasih sayang dengan terbuka.
C. Tuntutannya akan kesempurnaan terlalu tinggi dan dapat membuat orang lain menjauhinya.
D. Tidak tertarik pada perkumpulan atau kelompok.

7.
A. Tidak punya cara yang konsisten untuk melakukan banyak hal.
B. Bersikeras memaksakan caranya sendiri.
C. Standar yang ditetapkan begitu tinggi sehingga orang lain sulit memuaskannya.
D. Lambat dalam bergerak dan sulit untuk ikut terlibat.

8.
A. Memperbolehkan orang lain, termasuk anak-anak untuk melakukan apa saja sesukanya untuk menghindari diri kita tidak disukai.
B. Punya harga diri tinggi dan menganggap diri selalu benar dan yang terbaik dalam pekerjaan.
C. Dalam mengharapkan yang terbaik, biasanya melihat sisi buruk sesuatu terlebih dahulu.
D. Memiliki kepribadian yang biasa saja dan tidak suka memperlihatkan banyak emosi.

9.
A. Memiliki perangai seperti anak-anak yang mengutarakan diri dengan “ngambek” dan berbuat berlebihan tetapi kemudian melupakannya dengan cepat.
B. Memunculkan perdebatan karena merasa “biasanya selalu benar” dan terkadang tidak peduli bagaimana situasi saat itu.
C. Mudah merasa terasing dari orang lain dikarenakan rasa tidak aman atau takut jangan-jangan orang lain tidak merasa senang bersamanya.
D. Bukan orang yang suka menetapkan tujuan dan tidak berharap menjadi orang yang seperti itu.

10.
A. Memiliki perspektif yang sederhana dan kekanak-kanakan, kurang pengertian terhadap tingkat kehidupan yang lebih mendalam.
B. Penuh keyakinan, semangat, dan keberanian (sering dalam pengertian negatif).
C. Sikapnya jarang positif dan sering hanya melihat sisi buruk dari setiap situasi.
D. Mudah bergaul, tidak peduli, dan masa bodoh.

11.
A. Merasa senang mendapat penghargaan dari orang lain. Sebagai penghibur menyukai tepuk tangan, tawa, dan penerimaan penonton.
B. Menetapkan tujuan secara agresif serta harus terus produktif, merasa bersalah bila beristirahat, bukan terdorong oleh keinginan untuk sempurna melainkan imbalan.
C. Suka menarik diri dan memerlukan banyak waktu untuk sendirian atau mengasingkan diri.
D. Secara konsisten merasa terganggu atau resah.

12.
A. Suka berbicara dan sulit mendengarkan.
B. Kadang-kadang menyatakan diri dengan cara yang agak menyinggung perasaan dan kurang pertimbangan.
C. Terlalu introspektif dan mudah tersinggung kalau disalahpahami.
D. Lebih suka mundur dari situasi sulit.

13.
A. Kurang memiliki kemampuan dalam membuat kehidupan menjadi teratur.
B. Dengan paksa mengambil kontrol atas situasi atau orang lain, biasanya dengan mengatakan apa yang harus dilakukan.
C. Hampir sepanjang waktu merasa tertekan.
D. Mempunyai ciri khas selalu tidak tetap dan kurang keyakinan bahwa suatu hal akan berhasil.

14.
A. Tidak menentu, serba berlawanan dengan tindakan dan emosi yang tidak berdasarkan logika.
B. Tampaknya tidak bisa menerima sikap, pandangan, dan cara orang lain.
C. Pemikiran dan perhatian ditujukan ke dalam, hidup di dalam diri sendiri.
D. Merasa bahwa kebanyakan hal tidak penting dalam suatu cara atau cara yang lain.

15.
A. Hidup dalam keadaan tidak teratur, tidak dapat menemukan banyak benda.
B. Mempengaruhi dengan cerdik dan penuh tipu untuk kepentingan sendiri; dengan suatu cara dapat memaksakan kehendak.
C. Tidak punya emosi yang tinggi, tetapi biasanya semangatnya merosot sekali, apalagi bila merasa tidak dihargai.
D. Bicara pelan kalau didesak, tidak mau repot-repot bicara dengan jelas.

16.
A. Perlu menjadi pusat perhatian, ingin dilihat.
B. Bertekad memaksakan kehendaknya, tidak mudah dibujuk, keras kepala.
C. Tidak mudah percaya, mempertanyakan motif di balik suatu perkataan.
D. Tidak sering bertindak atau berpikir cepat, sangat mengganggu.

17.
A. Tawa dan suaranya dapat didengar di atas suara lainnya di di dalam ruangan.
B. Tidak ragu-ragu mengatakan benar dan dapat memegang kendali.
C. Memerlukan banyak waktu pribadi dan cenderung menghindari orang lain.
D. Menilai pekerjaan dan kegiatan dengan ukuran berapa banyak tenaga yang dibutuhkan.

18.
A. Tidak punya kekuatan untuk berkonsentrasi atau menaruh perhatian pada sesuatu.
B. Punya kemarahan yang menuntut berdasarkan ketidaksabaran. Kemarahan yang dinyatakan saat orang lain tak bergerak cukup cepat atau tidak menyelesaikan apa yang diperintahkan.
C. Cenderung mencurigai atau tidak mempercayai gagasan orang lain.
D. Lambat untuk memulai, perlu dorongan yang kuat untuk termotivasi.

19.
A. Menyukai kegiatan baru terus-menerus karena tidak merasa senang melakukan hal yang sama sepanjang waktu.
B. Bisa bertindak tergesa-gesa tanpa memikirkan dengan tuntas terlebih dahulu, biasanya karena ketidaksabaran.
C. Secara sadar maupun tidak mendendam, menghukum orang yang melanggar, diam-diam menahan persahabatan/kasih sayang.
D. Tidak bersedia untuk ikut terlibat dalam suatu hal.

20.
A. Rentang perhatian kekanak-kanakan dan pendek, butuh banyak perubahan dan variasi supaya tak merasa bosan.
B. Cerdik, orang yang selalu bisa menemukan cara untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
C. Selalu mengevaluasi dan membuat penilaian, sering memikirkan dan menyatakan reaksi negatif.
D. Sering mengendurkan pendiriannya, bahkan ketika merasa benar untuk menghindari terjadinya konflik.

21.
A. Penuh kehidupan, sering menggunakan isyarat tangan, lengan, dan wajah secara hidup.
B. Orang yang mau melakukan sesuatu hal yang baru dan berani bertekad untuk menguasainya.
C. Suka menyelidiki bagian-bagian yang logis.
D. Mudah menyesuaikan diri dan senang dalam setiap situasi.

22.
A. Penuh kesenangan dan selera humor yang baik.
B. Meyakinkan seseorang dengan logika dan fakta, bukan dengan pesona atau kekuasaan.
C. Melakukan sesuatu sampai selesai sebelum memulai yang lain.
D. Tampak tidak terganggu dan tenang, serta menghindari segala bentuk kekacauan.

23.
A. Orang yang memandang bersama orang lain sebagai kesempatan untuk bersikap manis dan menghibur, bukannya sebagai tantangan atau kesempatan bisnis.
B. Orang yang yakin dengan caranya sendiri.
C. Bersedia mengorbankan dirinya untuk memenuhi kebutuhan orang lain.
D. Dengan mudah menerima pandangan atau keinginan orang lain tanpa perlu banyak mengungkapkan pendapat sendiri.

24.
A. Bisa merebut hati orang lain melalui pesona kepribadian.
B. Mengubah setiap situasi, kejadian atau permainan sebagai sebuah kontes dan selalu bermain untuk menang.
C. Menghargai keperluan dan perasaan orang lain.
D. Mempunyai perasaan emosional tapi jarang memperlihatkannya.

25.
A. Memperbaharui dan membantu membuat orang lain merasa senang.
B. Bisa bertindak cepat dan efektif dalam semua situasi.
C. Memperlakukan orang lain dengan segan sebagai penghormatan dan penghargaan.
D. Menahan diri dalam menunjukkan emosi atau antusiasme.

26.
A. Penuh gairah dalam kehidupan.
B. Orang mandiri yang bisa sepenuhnya mengandalkan kemampuan dan sumber dayanya sendiri.
C. Secara intensif memperhatikan orang lain maupun hal apapun yang terjadi di sekitar.
D. Orang yang mudah menerima keadaan atau situasi apa saja.

27.
A. Dapat mendorong atau memaksa orang lain mengikuti dan bergabung melalui pesona kepribadiannya.
B. Mengetahui segalanya akan beres bila kita yang memimpin.
C. Memilih mempersiapkan aturan yang terinci sebelumnya dalam menyelesaikan suatu proyek dan lebih menyukai keterlibatan dalam tahap-tahap perencanaan dan produk jadi, bukan dalam melaksanakan tugas.
D. Tidak terpengaruh oleh penundaan. Tetap tenang dan toleran.

28.
A. Memilih agar semua kehidupan adalah kegiatan yang impulsif, tidak dipikirkan terlebih dahulu dan tidak terhambat oleh rencana.
B. Yakin, tidak ragu-ragu.
C. Membuat dan menghayati hidup menurut rencana sehari-hari. Tidak menyukai bila rencananya terganggu.
D. Pendiam, tidak mudah terseret dalam percakapan.

29.
A. Orang yang periang dan dapat meyakinkan diri sendiri dan orang lain bahwa semuanya akan beres.
B. Bicara terang-terangan dan terkadang tidak menahan diri.
C. Orang yang mengatur segala-galanya secara sistematis dan metodis.
D. Bisa menerima apa saja, cepat melakukan sesuatu bahkan dengan cara orang lain.

30.
A. Punya rasa humor yang cemerlang dan bisa membuat cerita apa saja menjadi peristiwa yang menyenangkan.
B. Pribadi yang mendominasi dan mampu menyebabkan orang lain ragu-ragu untuk melawannya.
C. Secara konsisten dapat diandalkan, teguh, setia, dan mengabdi, bahkan terkadang tanpa alasan.
D. Orang yang menanggapi. Bukan orang yang punya inisiatif untuk memulai percakapan.

31.
A. Orang yang menyenangkan sebagai teman.
B. Bersedia mengambil resiko tanpa kenal takut.
C. Melakukan segala sesuatu secara berurutan dengan ingatan yang jernih akan segala hal yang terjadi.
D. Berurusan dengan orang lain secara penuh siasat, perasa, dan sabar.

32.
A. Secara konsisten memiliki semangat yang tinggi dan suka membagikan kebahagiaan kepada orang lain.
B. Percaya diri dan yakin akan kemampuan dan kesuksesannya sendiri.
C. Orang yang perhatiannya melibatkan sesuatu yang berhubungan dengan intelektual dan artistik.
D. Tetap memiliki keseimbangan secara emosional, menanggapi sebagaimana yang diharapkan orang lain.

33.
A. Mendorong orang lain untuk bekerja dan terlibat serta membuat seluruhnya menyenangkan.
B. Memenuhi diri sendiri, mandiri, penuh percaya diri dan nampak tidak begitu memerlukan bantuan.
C. Memvisualisasikan hal-hal dalam bentuk yang sempurna dan perlu memenuhi standar itu sendiri.
D. Tidak pernah mengatakan atau menyebabkan apapun yang tidak menyenangkan atau menimbulkan rasa keberatan.

34.
A. Terang-terangan menyatakan emosi terutama rasa sayang dan tidak ragu menyentuh ketika berbicara dengan orang lain.
B. Orang yang mempunyai kemampuan membuat penilaian yang cepat dan tuntas.
C. Intensif dan introspektif tanpa rasa senang pada percakapan dan pengajaran yang pulasan.
D. Memperlihatkan ‘kepandaian bicara yang mengigit’. Biasanya kalimat satu baris yang sifatnya sarkastik

35.
A. Menyukai pesta dan tidak bisa menunggu untuk bertemu setiap orang dalam ruangan, tidak pernah menganggap orang lain asing.
B. Terdorong oleh keperluan untuk produktif, pemimpin yang dituruti orang lain.
C. Punya apresiasi mendalam untuk musik, punya komitmen kepada musik sebagai bentuk seni, bukan hanya kesenangan pertunjukan.
D. Secara konsisten mencari peranan merukunkan pertikaian supaya bisa menghindari konflik.

36.
A. Terus-menerus berbicara, biasanya menceritakan kisah lucu yang dapat menghibur setiap orang di sekitarnya, merasa perlu mengisi kesunyian agar orang lain merasa senang.
B. Memegang teguh dengan keras kepala dan tidak mau melepaskan hingga tujuan tercapai.
C. Orang yang tanggap dan mengingat setiap kesempatan istimewa, cepat memberi isyarat yang baik.
D. Mudah menerima pemikiran dan cara orang lain tanpa perlu tidak menyetujuinya.

37.
A. Penuh kehidupan, kuat, dan penuh semangat.
B. Pemberi pengarahan karena pembawaan yang terdorong untuk memimpin dan sering merasa sulit mempercayai bahwa orang lain bisa melakukan pekerjaan dengan sama baiknya.
C. Setia pada seseorang, gagasan, dan pekerjaan, terkadang dapat melampaui alasan.
D. Selalu bersedia mendengarkan apa yang orang lain katakan.

38.
A. Tak ternilai harganya, dicintai, pusat perhatian.
B. Memegang kepemimpinan dan mengharapkan orang lain mengikuti.
C. Mengatur kehidupan, tugas, dan pemecahan masalah dengan membuat daftar.
D. Mudah puas dengan apa yang dimiliki, jarang iri hati.

39.
A. Orang yang suka menghidupkan pesta sebagai diinginkan orang sebagai tamu pesta.
B. Harus terus-menerus bekerja atau mencapai sesuatu, sering merasa sulit beristirahat.
C. Menempatkan standar tinggi pada dirinya maupun orang lain. Menginginkan segala-galanya pada urutan semestinya sepanjang waktu.
D. Mudah bergaul, bersifat terbuka, mudah diajak bicara.

40.
A. Kepribadian yang hidup, berlebihan, penuh tenaga.
B. Tidak kenal takut, berani, terus terang, tidak takut akan resiko.
C. Secara konsisten ingin membawa diri di dalam batas-batas apa yang dirasakan semestinya.
D. Kepribadian yang stabil dan berada di tengah-tengah.

Setelah selesai menjawab kuesioner di atas, jumlahkan jawaban anda masing-masing untuk jawaban a, b, c, dan d

Jika jawaban terbanyak adalah:

  • A, maka kepribadian anda adalah SANGUINIS.
  • B, maka kepribadian anda adalah KOLERIS.
  • C, maka kepribadian anda adalah MELANKOLIS.
  • D, maka kepribadian anda adalah PLEGMATIS.

Contoh: A = 15, B = 12, C = 7, D = 6, maka temperamen anda yang dominan adalah Sanguinis-Koleris

Di bawah ini, adalah bagan penjelasan, kekuatan dan kelemahan dari masing-masing temperamen.

Temperamen

Kekuatan

Kelemahan

Sanguinis

(si Populer)

  • Ramah
  • Hangat dan Bersahabat
  • Senang berbicara
  • Pembawaannya riang dan tidak membiarkan diri berlama-lama dalam keadaan susah/sedih
  • Optimis
  • Responsif
  • Bersemangat
  • Kurang disiplin
  • Emosi tidak stabil
  • Kurang produktif
  • Suka membesar-besarkan masalah
  • Lemah pendirian
  • Egosentris
Koleris

(si Dominan)

  • Berkemauan keras
  • Independen
  • Memiliki visi
  • Produktif
  • Tegas
  • Berpendirian teguh
  • “Dingin”
  • Ceroboh
  • Dominan
  • Tidak mudah bersimpati pada orang lain
  • Tidak ekspresif
Melankolis

(si Perfeksionis)

  • Analitis
  • Tekun
  • Disiplin
  • Cermat
  • Suka keindahan
  • Perfeksionis
  • Pemurung
  • Berpikir negatif
  • Suka menyimpan kesalahan orang lain
  • Teoretis
  • Perasa
Plegmatis

(si Cinta Damai)

  • Tenang
  • Objektif
  • Diplomatis
  • Efisien
  • Teratur
  • Kurang motivasi
  • Suka menunda-nunda
  • Tidak tegas
  • Suka khawatir
  • Egois

Pada dasarnya, mengetahui temperamen bukanlah sebuah usaha pembenaran atas pengabaian/pembiaran kelemahan-kelemahan yang dimiliki atau sebuah usaha untuk me-label seseorang atau sekelompok orang. Namun, mengetahui temperamen, diharapkan dapat menjadi ajang untuk memahami diri sendiri dan orang lain. Dengan pemahaman ini, kita dapat lebih objektif dalam melihat kekuatan-kelemahan diri/orang lain. Setelah adanya pemahaman, kita dapat melakukan introspeksi dan berusaha untuk memperbaiki diri. Selain itu, dengan memahami¬† “mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan” lebih mudah bagi kita untuk menerima dan mengasihi mereka.

Jika anda ingin mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi IPEKA Counceling Center. Kami siap membantu anda mengenali lebih mendalam mengenai pribadi anda.

 

Penulis,

Mutiara Mei Permata, S. Psi.

IPEKA Counseling Center

Referensi:

Sumber Kuesioner:http://arie5758.blogspot.com/2011/10/tes-kepribadian-sanguin-koleris.html#ixzz2R9YCUSOs

LaHaye, T. (1999). Hubungan antara Temperamen dan Karunia Rohani. Jakarta: Metanoia.

Artikel Lainnya

Sejarah Hari Pahlawan

10 November 1945 merupakan tanggal yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada hari itu puncak pertempuran…

Selengkapnya
Kisah Sebuah Pohon Apel dan Anak

Mengapa anak sulit membangun relasi dengan orangtua? Berikut kisah untuk semua orang yang pernah menyebut…

Selengkapnya
Pendidikan Kristen

Dalam perspektif pendidikan Kristen, siapa yang paling bertanggung jawab dalam pendidikan anak? Alkitab menyatakan bahwa…

Selengkapnya
Permainan Klasik yang dapat Meningkatkan Kemampuan Berpikir

Dalam hal meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan logika, kita sering mengaitkannya dengan latihan otak yang…

Selengkapnya