Awalnya, mereka masih ragu. Berusaha menjadi seperti yang orang lain harapkan, banyak murid datang ke retret ini dengan berbagai pertanyaan tentang identitas, penerimaan, dan tujuan hidup. Namun, di dalam lingkungan Christian school, proses belajar tidak berhenti pada akademik, melainkan menjadi perjalanan transformasi hidup.
Melalui tema “The New Me”, retret ini dirancang untuk menolong murid menemukan identitas sejati mereka di dalam Tuhan. Setiap sesi, mulai dari Unmask the Real Me hingga Light Up the Grid, mengajak murid untuk merefleksikan siapa diri mereka sebenarnya dan untuk apa mereka dipanggil. Ini bukan sekadar rangkaian kegiatan, tetapi ruang yang aman bagi murid untuk terbuka, bertumbuh, dan dikuatkan.
Mereka mulai belajar berani—berani menjadi diri sendiri. Mereka menyadari bahwa setiap dari mereka diciptakan dengan unik dan penuh tujuan. Dalam momen-momen yang tidak selalu mudah, mereka belajar bahwa ketidaksempurnaan bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan. Melalui sesi Bless the Mess, murid memahami bahwa proses yang tidak sempurna pun dapat dipakai Tuhan untuk membentuk mereka.
Lebih dari itu, mereka merasakan pentingnya relasi yang sehat. Dikelilingi oleh teman yang membangun dan menguatkan, murid-murid belajar bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Persahabatan yang mereka alami menjadi cerminan kasih, penerimaan, dan dukungan yang nyata.
Dan perlahan, mereka menemukan sesuatu. Bukan sekadar kebebasan, tetapi kasih Tuhan yang menerima mereka apa adanya. Pemahaman ini menjadi dasar bagi mereka untuk mengambil keputusan yang benar dan menjalani hidup dengan percaya diri.
Retret ini mencerminkan nilai utama dari sekolah Kristen, yaitu membentuk bukan hanya pengetahuan, tetapi juga identitas dan karakter. Karena pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang apa yang murid capai, tetapi tentang siapa mereka menjadi.
“The New Me” bukan sekadar tema, tetapi awal dari sebuah perjalanan baru—di mana murid melangkah dengan keyakinan, tujuan, dan pemahaman yang lebih dalam akan identitas mereka di dalam Tuhan.